Tampilkan postingan dengan label INFO BERMANFAAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO BERMANFAAT. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2020

AmyKadabra

Penyakit Trypophobia




Apa itu Trypophobia?
Trypophobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap lubang-lubang di sebuah permukaan yang letaknya saling berdekatan. Baik pada benda mati ataupun hidup misalnya pada kulit tangan, lidah, dan bagian tubuh manusia lainnya. Maka dari itu Trypophobia banyak yang menyebutnya sebagai ‘penyakit kulit tangan bolong’, padahal istilah ini kurang tepat.

Jadi orang yang mengalami kondisi ini akan merasa takut, gelisah, bahkan sampai timbul gejala fisik berupa mual atau gatal-gatal saat melihat objek berlubang yang sangat banyak. Sebagai contoh sarang lebah, biji bunga teratai, sumsum tulang, spons dan lain sebagainya.

Jadi bukan penyakit tangan yang bolong ya, ini penyakit seperti halnya ketakuatan, ada ketakutan tinggi, ketakutan gelap, dan ketakutan pada lubang-lubang yang berdempetan (disebut trypophobia)
AmyKadabra

Tips mengobati trypophobia


Berikut beberapa tips mengobati trypophobia : 
Memahami trypophobia. Dengan demikian Anda akan yakin bahwa kondisi ini tidaklah wajar. Tidak seharusnya Anda khawatir dengan lubang-lubang yang mungkin saja sekedar buatan dan tentu saja hal itu tidak akan membahayakan. 
Cobalah untuk menemukan penyebab ketakutan. Apakah ketakutan Anda disebabkan oleh pengalaman yang buruk, kesal, atau hanya jijik semata. Dengan demikian Anda bisa lebih mengendalikan diri. 
Hadapi Rasa Takutmu. Pada reaksi pertama Anda melihat pola lubang berkerumun mungkin Anda berusaha untuk menjauh atau menutup mata dan mencoba untuk memikirkan sesuatu yang lain. Padahal hal ini hanya akan memperkuat rasa takut. Sebaliknya, cobalah untuk memaksa diri menghadapi sumber ketakutandan cara itu akan membuat Anda lebih berani. 
Jaga dirimu baik-baik. Latihan atau olahraga, makanan sehat dan memadai merupakan komponen penting dari kesehatan mental yang baik. 
Mencari bantuan psikolog. Jika penyakit trypophibia sampai mengganggu kemampuan Anda untuk melakukan kegiatan normal dan menikmati hidup, maka tidak perlu menunggu lagi, segeralah mencari bantuan dari seorang terapis kesehatan mental berlisensi.
AmyKadabra

GRATIS !!! Cara Mudah Membuat Disinfektan dan Hand Sanitizer Alami



Disinfektan adalah bahan kimia seperti lisol, kreolin, yang digunakan untuk mencegah terjadinya pencemaran jasad renik. Disinfektan merupakan cara terbaik menghilangkan atau membunuh segala hal terkait mikroorganisme baik virus maupun bakteri, pada obyek permukaan benda mati.
Ketika wabah virus corona sedang merebak di tanah air, penggunaan disinfektan pun makin marak.  Bahan disinfektan berbeda dengan antiseptik baik secara tujuan, dosis, dan teknik yang digunakan. Bahan antiseptik harus aman pada mata, kulit, maupun luka. Antiseptik biasanya digunakan untuk mencuci tangan, membersihkan permukaan kulit yang terluka, serta mengobati infeksi kulit.
Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan (HAKLI) Profesor Arif Sumantri menyebutkan, cuka nyatanya bisa menjadi bahan alternatif desinfektan yang bisa dimanfaatkan. Bahan untuk meracik desinfektan dari cuka ini pun sangat mudah didapatkan, yakni cuka itu sendiri sebagai bahan utama, lalu air bersih, dan minyak esensial seperti kayu manis, cengkeh, kayu putih, atau jeruk nipis.  Untuk meraciknya pun sangat gampang.
Siapkan setengah cangkir cuka putih yang sudah disuling, setengah gelas air, lalu 12-24 tetes minyak esensial seperti kemangi, kayu manis, cengkih, kayu putih, dan jeruk nipis. Langkah selanjutnya campurkan cuka, air, dengan kombinasi minyak esensial tersebut (pilih salah satu apakah minyak cengkih, kayu putih, kayu manis, atau jeruk nipis).
Kemudian kocoklah campuran tersebut dalam botol sprayer. Langkah terakhir simpan di tempat aman. Bila ingin digunakan, bersihkan dahulu media atau obyek dari debu yang ada di rumah, sebelum disinfektan disemprotkan. Setelah itu, semprotkan dan bersihkan media atau obyek tersebut dengan lap mikrofiber.
Cara kerja disinfektan alami ini adalah cuka putih dengan pH dan asam asetatnya yang rendah menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Cuka adalah antiseptik ringan. Sementara minyak esensial menambahkan kualitas antibakteri, antivirus, dan antijamur. Penggunaan disinfektan tergantung tingkat keperluannya, yaitu sebagai upaya pengendalian sanitasi.
Cairan alami ini hanya efektif 30 hingga 60 menit dengan rentang waktu residu yang melekat tidak sampai sehari. Penggunaannya ampuh bila memiliki waktu, tujuan, sasaran, dan konsentrasi yang tepat, untuk membasmi organisme.
Dengan membuat disinfektan sendiri, secara tidak langsung masyarakat sudah melakukan pencegahan mandiri. Ini sekaligus upaya melakukan social distancing dan physical distancing (jaga jarak) untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Selain itu, memelihara kebersihan lingkungan dan rumah, menjaga tubuh tetap sehat, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir tetap harus dijalankan.

Hand Sanitizer Alami
Selain penggunaan disinfektan alami, masyarakat yang masih menjalani bekerja dari rumah atau work from home juga dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk mencoba membuat hand sanitizer alami di rumah.
Caranya, melalui aspek protektif personal yakni cuci tangan. Peneliti Mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra membeberkan cara membuat hand sanitizer alami untuk digunakan mencuci tangan.
Bahan yang diperlukan adalah 10 lembar daun sirih, 3 batang lidah buaya, 5 tetes minyak esensial lavender dan 3 gelas air. Kemudian, rebus daun sirih selama 30 menit, di mana 20 menit pertama menggunakan api besar dan 10 menit terakhir dengan api kecil. Lalu saring dan pindahkan ke mangkuk atau gelas.
Selanjutnya, bersihkan daging lidah buaya lalu dikocok dengan mesin blender hingga berbuih dan saring. Langkah terakhir, campurkan dua bahan tersebut, lalu aduk hingga merata dengan pengocok telur atau sendok, dan tambahkan minyak esensial lavender. Menurut Sugiyono, sirih memiliki sifat anti-bakteri. Sedangkan lidah buaya berfungsi sebagai pelembab dan minyak esensial berguna sebagai pewangi dari hand sanitizer. 

Senin, 13 April 2020

AmyKadabra

KUOTA GRATIS 20 GB selama 60 Hari di WhatsApp. TERNYATA...



Di tengah wabah virus Korona atau Covid-19, beberapa operator telekomunikasi memberikan perubahan paket layanan untuk menunjang imbauan pemerintah soal bekerja dari rumah (work from home), khususnya belajar dari rumah.
 
Beberapa operator menyediakan paket data atau jenis akses gratis ke beberapa layanan pembelajaran jarak jauh. Bagi sebagian pelanggan hal ini rentan diartikan sebagai kuota internet gratis padahal tidak demikian.
 
Kabar buruknya, ini jadi peluang bagi penjahat siber untuk melakukan penipuan berkedok bagi-bagi kuota internet gratis. Metodenya adalah mereka akan menyebar pesan berantai di WhatsApp dan lainnya berisi tautan situs yang harus diisi data pengguna. 
Padahal tautan ini merupakan cara pelaku penjahat kriminal melakukan pishing yaitu penipuan untuk mendapatkan informasi pribadi korban. Misalnya, Anda disuruh mengisi nomor kontak, alamat email, hingga konten pribadi lain mulai dari alamat dan nomor KTP.
 
Medcom.id sendiri baru saja mendapatkan pesan berantai serupa. Pesan penipuan ini berisi kalimat "Koneksi Internet Gratis 20GB. Dapatkan 20 GB internet gratis selama 60 hari untuk setiap operator seluler". Beberapa kalimat akan ditulis lebih tebal dengan efek bold supaya meyakinkan korban.
 
Kemudian di bagian akhir pesan berantai ini akan tersedia tautan yang akan menuju sebuah situs tidak dikenal dan tidak aman. Di sini Anda bisa saja jadi korban pencurian data atau penipuan.
 
Lebih buruk lagi, bisa saja situs yang Anda akses tadi diam-diam mengirim virus atau malware ke smartphone yang digunakan. Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri sudah menyatakan pesan berantai ini hoaks.
 
Kominfo menyatakan pesan berantai hoaks ini sudah ada sejak 2018 dan 2019. Artinya, hoaks kali ini bukan hal baru dan diulang kembali. Medcom.id sudah menanyakan ke pihak operator telekomunikasi, dan mereka senada menyatakan tidak pernah memberikan penawaran kouta internet gratis tersebut.

Minggu, 12 April 2020

AmyKadabra

4 Makanan Penangkal Virus Corona Yang Mudah Ditemukan




Makanan saat ini menjadi langkah utama bagi semua orang untuk menangkal virus corona. Memilih makanan sehat dilakukan sebagai upaya meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh agar tidak mudah tertular virus corona.

Makanan Penangkal Virus Corona Lainnya
Dilansir dari berbagai sumber, selain buah pencegah virus corona, berikut kami uraikan beberapa makanan penangkal virus corona:

1. Sayur Bayam

Bayam merupakan salah satu sayuran yang bisa menangkal virus corona. Penularan covid-19 bisa ditekan dengan rutin konsumsi sayur bayam. Bayam mengandung vitamin A, C, B kompleks, E, dan K, bayam juga mengandung mineral yang baik untuk tubuh, seperti magnesium, zat besi, kalsium, asam folat, sodium, dan potassium.

Selain itu bayam juga mengandung antioksidan hingga beta karoten yang dipercaya ampuh melawan infeksi pada sistem kekebalan tubuh dan membasmi virus jahat. Inilah sebabnya bayam masuk dalam daftar makanan penangkal virus corona. Selain anda konsumsi buah pencegah virus corona, anda wajib pula konsumsi sayuran sehat semacam bayam.


2. Sayur Brokoli

Makanan penangkal virus corona kedua yakni sayur brokoli. Sama halnya dengan bayam, brokoli juga mengandung banyak vitamin yang baik untuk kesehatan seperti vitamin A, C, dan E. Kandungan mineral dan antioksidan dalam brokoli dipercaya ampuh mampu melawan berbagai virus sumber penyakit.

Antioksidan pada brokoli dipercaya ampuh menangkal berbagai radikal bebas yang masuk pada sel atau organ tubuh. Hal ini akan membuat tubuh anda tetap kuat, sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit. Maka dari itu rutinlah konsumsi brokoli, disamping anda rajin makan buah pencegah virus corona.

3. Jahe

Jahe merupakan salah satu makanan penangkal virus corona. Jahe saat ini menjadi rempah-rempah yang paling dicari masyarakat, karena dipercaya ampuh menangkal virus corona. Jahe diketahui merupakan rempah yang bisa mengurangi peradadangan dalam tubuh, mengobati sakit kronis hingga menurunkan kolesterol.

Jahe mengandung curcumin yang dipercaya ampuh menangkal virus corona. Curcumin juga bisa anda temukan pada kunyit atau temulawak. Jahe juga mengandung berbagai senyawa baik salah satunya senyawa beta-karoten dan capsaicin, yang dapat dengan cepat meningkatkan sistem imun atau kekebalan pada tubuh. Kami sarankan selain konsumsi buah pencegah virus corona, anda juga mesti rutin minum ramuan jahe.

4. Bawang Putih
Selain jahe, makanan penangkal virus corona berikutnya adalah bawang putih. Bawang putih yang biasa jadi bumbu dapur ini dipercaya bisa menjaga dan meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Sudah sejak lama pula, bawang putih dianggap sebagai bahan alami yang ampuh menurunkan tekanan darah tinggi.

Bawang putih diketahui memiliki antibakteri dan antivirus yang bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh. Bawang putih juga memiliki antioksidan yang cukup tinggi, seperti potassium, kalsium, seng dan fosfor. Senyawa tersebut bisa memperkuar sistem pernapasan, dan juga mampu menambah jumlah sel darah putih.

Itulah beberapa jenis buah pencegah virus corona dan makanan lainnya yang mesti anda coba. Jangan lupa jaga kebersihan dan lakukan pola hidup bersih dan sehat, agar kamu terhindar dari virus corona. Terimakasih.
AmyKadabra

WAJIB TAU !!! 4 Buah Pencegah Virus Corona Yang Harus Dikonsumsi




4 Jenis Buah Pencegah Virus Corona

1. Jambu biji

Jambu biji adalah salah satu buah pencegah virus corona. Mengandung banyak vitamin C, konsumsi jambu biji bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Rutin konsumsi jambu biji setiap hari akan meminimalisir tubuh terserang berbagai virus penyakit seperti corona.

100 gram jambu biji mengandung sekitar 228,3 miligram vitamin C, itulah sebabnya konsumsi jambu biji secara rutin akan mampu membunuh virus dan bakteri jahat penyebab infeksi.

2. Mangga

Mengandung banyak vitamin A, konsumsi buah mangga bisameningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Buah dari raja buah ini dipercaya ampuh melawan infeksi dalam tubuh. Itulah sebabnya, mangga direkomendasikan menjadi salah satu buah pencegah virus corona.

Harapan Rakyat Online
Bank BJB
Beranda  Artikel
ArtikelBerita TerbaruGaya HidupKesehatan
4 Jenis Buah Pencegah Virus Corona yang Mesti Anda Konsumsi!
Oleh Jujang -24/03/2020
4 Jenis Buah Pencegah Virus Corona yang Mesti Anda Konsumsi!
4 jenis buah pencegah virus corona yang mesti anda konsumsi. Foto:Ist/Net

 
Tahukah kamu apa saja buah pencegah virus corona? Saat ini, Indonesia tengah dilanda kepanikan terkait wabah virus corona atau Covid-19. Penyebaran wabah virus mematikan ini dilaporkan semakin masif, bahkan korban meninggal dunia pun semakin bertambah.

Untuk mencegah anda agar terhindar dari virus corona, selain tidak keluar rumah sesuai anjuran pemerintah, Anda juga harus konsumsi makanan dan buah-buahan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh agar tak mudah terpapar virus corona.

Makanan sehat mesti anda konsumsi agar tetap bugar dan terhindar dari ancaman berbagai virus penyebab penyakit, seperti corona. Buah-buahan adalah salah satu makanan yang wajib anda konsumsi. Lalu apa sajakah buah pencegah virus corona?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut kami sampaikan buah-buahan yang dipercaya ampuh menangkal virus corona:

4 Jenis Buah Pencegah Virus Corona
1. Jambu biji

Jambu biji adalah salah satu buah pencegah virus corona. Mengandung banyak vitamin C, konsumsi jambu biji bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Rutin konsumsi jambu biji setiap hari akan meminimalisir tubuh terserang berbagai virus penyakit seperti corona.

100 gram jambu biji mengandung sekitar 228,3 miligram vitamin C, itulah sebabnya konsumsi jambu biji secara rutin akan mampu membunuh virus dan bakteri jahat penyebab infeksi.

2. Mangga

Mengandung banyak vitamin A, konsumsi buah mangga bisameningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Buah dari raja buah ini dipercaya ampuh melawan infeksi dalam tubuh. Itulah sebabnya, mangga direkomendasikan menjadi salah satu buah pencegah virus corona.


 
Buah mangga juga dikenal sebagai buah yang kaya akan minerla, folat, vitamin K, E, dan vitamin B. Konsumsi buah mangga yang kaya akan kandungan nutrisinya, akan membuat tubuh kuat dan tidak mudah terserang infeksi seperti virus corona.

3. Buah Sitrus (Jeruk, Jeruk Nipis dan Lemon)

Buah Sitrus seperti jeruk, jeruk nipis dan lemon juga masuk dalam jenis buah pencegah virus corona. Buah sitrus memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, dan dipercaya ampuh meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Buah-buah sitrus juga kaya akan senyawa antioksidan, antiinflamasi dan antibakteri, sehingga anda yang rutin konsumsi buah sitrus tidak akan mudah terkena flu.

Berbagai jenis buah sitrus juga bisa meningkatkan produksi sel darah putih yang bisa berperan dalam melawan berbagai bibit penyakit. Untuk menangkal virus corona, cobalah konsumsi buah-buah sitrus tersebut secara rutin dan berkala, agar tidak bosan.

 4. Semangka
Buah pencegah virus corona yang terakhir adalah semangka. Buah ini mengandung banyak antioksidan yang disebut glutathione. Antioksidan tersebut bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang infeksi penyebab penyakit.

Kandungan likopen daging buah semangka yang berwarna merah tersebut juga dipercaya mampu mengatasi peradangan pada sistem pernapasan, dan mencegah infeksi.

Nah itulah beberapa jenis buah pencegah virus corona yang bisa coba kamu konsumsi. Selain konsumsi buah, kamu juga perlu mengonsumsi jenis makanan sehat lainnya untuk mencegah virus corona.

Makanan saat ini menjadi langkah utama bagi semua orang untuk menangkal virus corona. Memilih makanan sehat dilakukan sebagai upaya meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh agar tidak mudah tertular virus corona.